Ulama Mojokerto Menolak Kenaikan TDL

Ulama Mojokerto Tolak kenaikan TDL (7)HTI Press, Mojokerto. Sekitar 300 kyai, ustadz, aktivis Islam dan santri menolak kenaikan tarif dasar listrik (TDL). “Kenaikan TDL adalah bentuk kedzaliman pemerintah!” ujar Kyai Abah Tamaji dalam Jalsah Ammah, Jum’at (16/6/2017) di Mojokerto.

Dikatakan dzalim lantaran pemerintah mengkomersilkan listrik kepada rakyatnya sendiri yang dalam pandangan Islam termasuk kepemilikan umum (milkiyah ammah). Padahal, ungkap Ketua HTI Kabupaten Mojokerto Ustadz Heru Ivan, Rasulullah bersabda bahwasanya manusia ini telah berserikat, memiliki secara bersama sama terhadap air, padang gembalaan, dan api (energi).

“Yang artinya Salah satu kekayaan itu yaitu listrik (energi) adalah milik umat, yang diberi oleh Allah secara gratis,” tegasnya.

Terkait milkiyah ammah ini, negara wajib mengelolanya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat, haram dikelola swasta apalagi asing. Adapun negara hanya mengambil biaya operasionalnya saja. Keuntungannya dikembalikan kepada rakyat.

Sedangkan, Pengasuh PP Al Anwar KH Abdurrahman  menegaskan, bahwa kedzaliman pemerintah itu terjadi ketika pemerintah menjauhi ulama, bahkan mengkriminalkan ulama. “Dan manakala ulama telah ditinggalkan tunggulah saatnya kalian akan diberikan Allah penguasa yang dzalim!” ujarnya.

Pengasuh PP Ashomadiyah KH Mashudi menambahkan penjelasan KH Abdurrahman, dengan menyemangati jamaah untuk tidak pernah berhenti berdakwah. Terus melawan kedzaliman ini.[]MI Mojokerto

Leave a comment






Kantor Pusat Hizbut Tahrir Indonesia:
Crown Palace A25
Jl Prof. Soepomo No. 231, Jakarta Selatan 12390
Telp/Fax: (62-21) 83787370 / 83787372
Email: [email protected]