Forum Aspirasi Tokoh: Tolak Kenaikan Tarif Listrik

Forum aspirasi tokoh kediriHTI Press, Kediri. “Liberalisasi ekonomi berefek kenaikan tarif seperti listrik menyebabkan beban ekonomi ‘wong cilik’ akan meningkat dan berdampak mengerikan pada kesulitan keuangan karena semakin banyak masyarakat merasa sulit untuk memenuhi kebutuhan. Padahal sebenarnya  Indonesia dengan  sumber energi primer yang melimpah sangat bisa terhindar dari krisis listrik berkepanjangan  dan harga yang melangit. ” tutur Umar Syarifudin, salah satu narasumber dalam Forum Aspirasi Tokoh Kediri, yang diselenggarakan pada hari Sabtu, jam 17 Juni 2017 di rumah salah seorang tokoh Kediri.

Agenda bulanan yang diselenggarakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD Kota Kediri menyikapi naiknya tarif listrik mengundang para tokoh masyarakat, menghadirkan lima pembicara, diantaranya Fardoni Alfan (LS HTI DPD Kota Kediri), Eko Susanto (koordinator BARA), Bapak Mahfud Abdullah (Dir. Indonesia Change), Jazuli (Tim FAKTA), serta Umar Syarifudin (pengamat politik).

“Kita harus menyadari bahwa krisis listrik ini tidak dapat diperbaiki dalam sehari dua hari. Krisis listrik yang terjadi di Negara kita merupakan akibat dari ketidakmampuan pemerintah untuk menjalankan pembangkit listrik negara itu, privatisasi BUMN bersama dengan menumpuknya hutang luar negeri”, tambah Jazuli dari tim Forum Kajian Transparansi Anggaran (FAKTA).

Menjawab pertanyaan dari moderator, Mahfud Abdullah dari Indonesia Change menyesalkan, bahwa Indonesia dikenal sebagai negara kaya raya dengan segala potensi yang dimilikinya. Tidak ketinggalan potensi sumber energi yang melimpah ruah sebagai karunia dari Allah SWT. Ironisnya dibalik gencarnya ekspor migas dan batu bara,  Indonesia malah mengalami krisis listrik yang luar biasa.  Krisis listrik di Indonesia bukan lagi kasus  baru dan bersifat temporal, namun sudah  kronis.

Dari pihak Barisan Advokasi Rakyat (BARA), Eko Susanto menyatakan “Ini Dzalim. Kita harus bergerak! Kesengsaraan rakyat harus diakhiri. Kekacauan pengelolaan listrik juga harus diakhiri. Kita harus berjuang untuk terus membela kepentingan rakyat.”

Selanjutnya dari Lajnah Siyasiyah HTI DPD Kota Kediri Fardoni Alfan memaparkan “tidak boleh pengelolaan listrik diserahkan pada pihak swasta apapun alasannya. Negara bertanggung-jawab kepada setiap individu rakyat agar terpenuhi kebutuhan listriknya baik dari sisi kualitas maupun kuantitas dengan harga murah bahkan gratis  untuk seluruh rakyat baik kaya atau miskin, muslim maupun non muslim.”

Lanjut Alfan “contohnya air dan listrik, semuanya adalah milik umum, dimana setiap orang memiliki hak atasnya, baik ia memiliki uang untuk mendapatkannya atau tidak, maka ia berhak atasnya berdasarkan undang-undang dari Allah SWT. Namun ideologi kapitalisme yang tengah berkuasa di tengah masyarakat, telah menjadikan hak itu hanya untuk yang memiliki uang saja. Sehingga ada individu-individu yang mengonsumsi ribuan meter kubik air, sementara ada ribuan orang yang tidak memiliki air bersih layak minum; dan ada individu-individu mengkonsumsi ribuan watt listrik, sementara ada ribuan orang hidup dalam kegelapan.

Alfan menghimbau hadirin dan kaum muslimin, dengan mengajak untuk berhukum dengan hukum syariah Islam dalam negara Khilafah yang mengikuti cara-cara kenabian. Sebab hanya dengan ini saja, masyarakat akan memperoleh semua kebutuhan seperti air, minyak bumi, listrik, makanan, tempat tinggal, pakaian, keamanan, kesehatan, dan pendidikan, serta akan mendapatkan hak rakyat dalam kepemilikan umum dari berbagai jenisnya. Karena itu tidak ada yang harus dilakukan oleh para tokoh masyarakat kecuali mencampakkan ideologi kapitalisme secara total. Mereka tidak perlu mencari-cari penggantinya. Hizbut Tahrir sejak beberapa dekade lalu telah menyodorkan dan masih terus menyodorkan solusi mendasar bagi setiap permasalahan manusia. Solusi itu adalah Islam dan Sistem Ekonomi Islam yang diturunkan dari sisi Allah melalui hati rasul-Nya yang terpercaya Muhammad saw; dan yang telah diterapkan berabad-abad atas berbagai bangsa. Islam dan Sistem Ekonomi Islam lah yang mampu merealisasikan kebahagiaan dan ketenteraman bagi umat manusia.”[]

Leave a comment






Kantor Pusat Hizbut Tahrir Indonesia:
Crown Palace A25
Jl Prof. Soepomo No. 231, Jakarta Selatan 12390
Telp/Fax: (62-21) 83787370 / 83787372
Email: [email protected]